21 Aspek Yang Perlu Diperhatikan Dalam Migrasi Sistem Informasi Dalam melakukan migrasi sistem informasi perlu diperhatikan beberapa aspek terkait dengan strategi sistem informasi dan orang-orang yang terlibat dalam menggunakan sistem inforamsi tersebut. Pada dasarnya peralihan sistem informasi akan melibatkan 3 hal yaitu Kelelawaradalah salah satu hewan nokturnal paling terkenal. Mereka adalah satu-satunya mamalia yang mampu terbang dan mereka pergi pada malam hari untuk makan serangga, buah, dan nektar -tergantung spesiesnya. (burung punah yang tidak bisa terbang yang juga asli Selandia Baru). 9. Tarsius. Bulu terbang mereka juga dirancang khusus Inilahmengapa migrasi burung disebut sebagai salah satu wujud keajaiban alam. Baca Juga: Dijuluki Burung Paling Cerdas di Bumi, Inilah 3 Fakta Unik dari Burung Gagak. Bisa Berlangsung pada Malam Hari. Jika kebetulan kita tidak melihat migrasi burung di langit, mungkin saja burung melakukan migrasi pada malam hari. PengertianMigrasi, Jenis, Penyebab, dan Contohnya. Dalam kehidupan, seringkali kita mendengar istilah migrasi. Migrasi sendiri sejatinya menjadi salah satu materi yang kita pelajari dalam sajian pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang diajarkan di institusi pendidikan. Namun yang pasti, migrasi merupakan istilah yang identik berhubugan dengan 7pernyataan yg tepat terkait migrasi pada burung nokturnal adalah memanfaatkan Medan magnet bumi untuk bermigrasi saat gugusan bintang tak terlihat B.dalam bermigrasi burung noktur RibuanBurung Migran (sebutan untuk burung-burung asal Siberia, Mongolia maupun Tiongkok yang melakukan migrasi ke Australia dan Indonesia) di Taman Nasional Sembilang, Sumatra Selatan. Migrasi burung merujuk pada perjalanan musiman yang dilakukan oleh banyak spesies burung . Banyak burung melakukan perjalanan panjang dengan terbang. 49urcr. Migrasi burung adalah perpindahan massal burung dari satu tempat ke tempat lainnya yang terjadi secara alami. Migrasi burung terjadi karena burung membutuhkan tempat yang sesuai untuk bertelur dan menetaskan telurnya, serta membutuhkan makanan yang cukup untuk bertahan hidup. Migrasi burung juga dapat terjadi sebagai respons terhadap perubahan iklim atau perubahan kondisi habitat yang tidak menguntungkan. Daftar isi konten dalam artikel ini Jenis Migrasi BurungWaktu migrasi burungContoh Migrasi Burung Ada beberapa jenis migrasi burung, di antaranya adalah Migrasi nomadik Migrasi ini terjadi pada burung yang tidak memiliki tempat tetap untuk tinggal dan bergerak secara teratur untuk mencari makanan. Migrasi resident Migrasi ini terjadi pada burung yang memiliki tempat tetap untuk tinggal, tetapi masih melakukan perjalanan ke tempat lain untuk mencari makanan. Migrasi sedentary Migrasi ini terjadi pada burung yang memiliki tempat tetap untuk tinggal dan tidak melakukan perjalanan jauh untuk mencari makanan. Migrasi anadromous Migrasi ini terjadi pada burung yang hidup di laut dan bergerak ke darat untuk bertelur. Migrasi katadromous Migrasi ini terjadi pada burung yang hidup di darat dan bergerak ke laut untuk bertelur. Waktu migrasi burung Waktu migrasi burung bervariasi tergantung pada jenis burung dan lokasi habitatnya. Beberapa burung akan mulai migrasi pada musim panas atau awal musim gugur, sementara burung lainnya akan mulai migrasi pada akhir musim gugur atau awal musim dingin. Juga, waktu migrasi burung mungkin bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti cuaca, perubahan iklim, dan kondisi habitat. Beberapa burung juga dapat terbang ke tempat-tempat yang lebih hangat pada saat musim dingin untuk menghindari suhu yang terlalu dingin. Migrasi burung dapat terjadi sepanjang tahun, tetapi biasanya terjadi pada saat musim bertelur atau saat musim dingin. Contoh Migrasi Burung Berikut adalah beberapa contoh migrasi burung Migrasi merak Merak adalah jenis burung yang dikenal dengan bulunya yang indah dan warnanya yang cerah. Merak biasanya tinggal di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, dan melakukan migrasi ke daerah yang lebih sejuk pada saat musim dingin. Migrasi elang Elang adalah jenis burung yang dikenal dengan sayapnya yang panjang dan tajam. Elang biasanya tinggal di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, dan melakukan migrasi ke daerah yang lebih sejuk pada saat musim dingin. Migrasi burung hantu Burung hantu adalah jenis burung yang dikenal dengan suaranya yang merdu dan sayapnya yang panjang. Burung hantu biasanya tinggal di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, dan melakukan migrasi ke daerah yang lebih sejuk pada saat musim dingin. Migrasi burung beo Burung beo adalah jenis burung yang dikenal dengan suaranya yang merdu dan sayapnya yang panjang. Burung beo biasanya tinggal di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, dan melakukan migrasi ke daerah yang lebih sejuk pada saat musim dingin. Migrasi burung pelatuk Burung pelatuk adalah jenis burung yang dikenal dengan suaranya yang merdu dan sayapnya yang panjang. Burung pelatuk biasanya tinggal di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, dan melakukan migrasi ke daerah yang lebih sejuk pada saat musim dingin. Mahasiswa/Alumni Institut Teknologi Bandung27 Februari 2022 0750Hello Gracula R, Kak Fariz bantu jawab ya. Jawaban yang benar adalah A. Burung nokturnal memanfaatkan medan magnet bumi untuk bermigrasi saat gugusan bintang tak terlihat. Migrasi merupakan suatu perpindahan organisme yang dilakukan dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Salah satu organisme yang melakukan migrasi adalah burung, termasuk untuk burung yang tidur pada siang hari dan aktif pada malam hari nokturnal. Migrasi ini dilakukan burung untuk menghindari burung predator yang lebih sering berkeliaran di udara ketika terang. Burung nokturnal akan melakukan migrasi pada malam hari dengan memanfaatkan bintang sebagai navigasi menuju wilayah yang baru. Akan tetapi, burung-burung tersebut juga umumnya akan memanfaatkan medan magnet bumi untuk bermigrasi saat gugusan bintang tak terlihat. Semoga membantu ya. Migrasi merupakan perpindahan organisme yang terjadi dari satu bioma ke bioma lainnya. Perpindahan tersebut bisa disebabkan oleh berbagai alasan dan penyebab. Namun, bukan hanya manusia yang bisa bermigrasi. Binatang pun bisa melakukan hal tersebut karena beberapa hal. Misalnya saja, migrasi burung yang akan dibahas pada artikel ini. Suatu keajaiban dapat menyaksikan gerombolan burung yang bermigrasi atau imigrasi burung. Formasi lintasan yang tertib membuat mata tak berkedip. Suara burung yang riuh rendah membuat mulut terbuka karena kekaguman yang tak berdaya ditutup-tutupi. Menatap kepak burung elang yang gagah, misalnya, bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Apalagi, kalau bisa melihat bendera yang dikaitkan di kaki burung. Burung-burung tercipta untuk bermigrasi karena mereka mempunyai tugas melanjutkan kehidupannya di tempat lain sebelum akhirnya balik lagi ke tempat asal. Jika manusia biasa berlibur saat musim panas, musim dingin, atau musim liburan tiba, hal itu bisa disebabkan oleh banyak hal. Misalnya saja, pada saat musim panas tiba, banyak orang yang bermigrasi ke daerah tersebut untuk menikmati udara yang hangat. Namun, bukan hanya manusia saja yang bisa melakukan perpindahan sementara untuk mendapatkan keuntungan atau sesuatu yang mereka butuhkan. Burung pun melakukan migrasi ke tempat-tempat lain yang dianggap bisa memberikan keuntungan terhadapnya. Misalnya saja, burung-burung yang berpindah tempat dari wilayah dunia bagian utara Negara Cina dan negara sekitarnya ke wilayah dunia bagian selatan Indonesia dan negara sekitarnya atau sebaliknya, dari wilayah selatan Australia ke wilayah utara Indonesia dan negara sekitarnya. Perpindahan yang dilakukan oleh burung ini biasanya dilakukan dari bulan Oktober atau November, yakni sejalan dengan kedatangan musim dingin di wilayah utara. Burung-burung tersebut kemudian terbang menuju wilayah katulistiwa dan kembali ke wilayah asalnya pada bulan Maret. Jenis-jenis Migrasi Burung dan Jalurnya Beberapa jenis perpindahan burung yang biasa dilakukan terbagi atas tiga jenis, yaitu Migrasi Menyeluruh. Migrasi menyeluruh adalah migrasi yang dilakukan oleh 90% burungdi wilayah tertentu. Migrasi Sebagian. Migrasi sebagian adalah migrasi yang dilakukan oleh 50% burung di wilayah tertentu. Migrasi Lokal. Migrasi lokal adalah migrasi yang dilakukan oleh burung karena keadaan lingkungan atau habitannya sehingga berpindah ke habitat yang lain. Kebanyakan burung yang bermigrasi merupakan burung jenis pemangsa atau reptor. Salah satu negara yang memiliki populasi burung jenis ini adalah negara kepulauan kita, Indonesia. Dalam beberapa literatur, tercatat bahwa jumlah jenis burung yang bermigrasi ke Indonesia berjumalh 39 jenis, seperti burung elang rawa kelabu, elang kecil, elang rawa katak, elang kelabu, sikep madu asia, dan lain sebagainya. Selain jenis migrasi yang berbeda, ada dua jalur yang bisa dipergunakan oleh burung-burung yang bermigrasi. Jalur tersebut adalah jalur daratan timur yang dimulai dari daratan Rusia menuju pinggiran benua Asia Cina, Vietnam, Thailand, dan Malaysia hingga sampai ke wilayah Indonesia. Jalur tersebut memiliki panjang sekitar 7000 km. Sementara itu, jalur kedua adalah jalur pasifik, yakni jalur yang dimulai dari daratan Rusia dengan melewati kepulauan Jepang, Taiwan, dan Filipina hingga akhirnya sampai ke wilayah Indonesia. Jarak yang ditempuh berkisar 5000 km. Pada jalur pasifik ini, dibutuhkan tenaga ekstra dari burung-burung migrasi tersebut untuk bisa melewati permukaan air yang melintas di wilayah jalur tersebut. Oleh sebab itu, kebanyakan burung yang bermigrasi lewat jalur ini memiliki sayap yang panjang dengan ujung yang meruncing. Dengan bentuk sayap seperti itu, burung dapat bermigrasi dengan menggunakan tenaganya sendiri tanpa harus selalu memanfaatkan energi matahari. Penggunaan energi matahari itu dilakukan untuk menghemat energi para burung dalam melintasi jalur migrasi. Penggunaan energi matahri itu dilakukan dengan cara terbang berputar ke atas saat udara semakin panas dan muncul gejala thermal. Dengan begitu, burung-burung tersebut bisa menghemat energi mereka untuk beberapa hari ke depan. Sesampainya di Indonesia, burung-burung tersebut akan menyebar ke beberapa tempat. Tempat yang biasanya dituju adalah Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Bali. Namun, ada juga yang datang ke wilayah Jakarta di daerah kepulauan seribu. Indonesia dijadikan tujuan migrasi karena udaranya yang sangat bersahabat serta keadaan alam yang indah dan asri. Migrasi Burung – Rotasi Kehidupan Sama seperti ikan salmon yang kembali ke sungai tempat ia dilahirkan ketika akan bertelur, beberapa jenis burung pun bermigrasi ke seluruh dunia dengan tujuan mendapatkan pasangan yang berkualitas. Para burung tersebut berlomba-lomba untuk bisa tiba di tempat migrasi. Keuntungan menjadi yang pertama tiba di tempat baru adalah selain mendapatkan pasangan berkualitas, bisa mendapatkan tempat bersarang dan berkembang biak yang terbaik pula. Ternyata, burung pun memikirkan kualitas keturunannya. Migrasi Burung – Perjalanan Tak Mengenal Lelah Hampir 60 persen burung pemangsa bermigrasi. Namun, ada juga burung-burung jenis lain. Di antara burung-burung yang bermigrasi itu ada yang bertubuh kecil tetapi kekuatan terbangnya luar biasa. Dalam sehari, mereka bisa terbang sejauh 480km burung penyanyi bertubuh kecil. Wow, betapa Mahakuasanya Tuhan menciptakan makhluk kecil nan perkasa seperti burung-burung tersebut! Burung memang penerbang luar biasa. Misalnya, burung alap-alap Falco peregrinus yang kecepatan terbangnya mencapai 320 kilometer per jam, tidak kalah cepat dari mobil formula 1 yang dikemudikan Alonso. Mereka akan melintasi beberapa negara mencari tempat yang pas dan tepat untuk berkembang biak. Suatu perjuangan menemukan fasilitas terbaik bagi keturunan yang terbaik. Persiapan Migrasi Burung Percaya tidak percaya, namun percaya sajalah. Sebelum bermigrasi, burung-burung itu mempersiapkan diri dengan saksama. Misalnya, burung bulbul menimbun lemak di tubuhnya sebelum berangkat ke tempat migrasi. Mereka pun tidak asal berangkat, tetapi menunggu waktu yang tepat. Ilmuwan hanya dapat menyimpulkan bahwa waktu yang tepat’ tersebut ditentukan oleh jam tubuh’ burung itu sendiri. Hebat, kan? Selain itu, burung-burung akan menuju suatu tempat tertentu untuk menunggu teman-temannya. Setelah itu, baru bersama-sama menuju tempat migrasi. Ternyata, burung-burung itu mempunyai peralatan komunikasi yang cukup canggih pula. Dampak Migrasi Burung Menyaksikan burung-burung bermigrasi memang sangat mengasyikkan. Namun, bila diamati lebih jauh, migrasi burung ini membawa dampak besar terhadap kehidupan manusia. Bila suatu wilayah biasa menjadi tempat migrasi burung, tiba-tiba jumlah burung yang bermigrasi tidak sebanyak sebelumnya atau tidak ada lagi burung yang bermigrasi ke tempat itu, harus dicurigai. Bisa jadi tempat tersebut telah tercemar atau ada gangguan alam lainnya. Burung akan mencari tempat yang lebih hangat untuk berkembang biak. Mencairnya es di Norwegia telah menenggelamkan sebuah pulau tak beres yang berjarak 1000km dari Kutub Utara. Akhirnya, burung-burung yang biasa bermigrasi ke sana harus mencari tempat lain. Migrasi burung, terutama burung-burung liar ini, selain bisa dilihat sebagai salah satu bagian pemanasan global, merupakan salah satu penyebab berkembangnya beberapa penyakit. West Nile Virus, Lyme’s disease, Salmonella, Newcastle disease, dan virus influenza A, misalnya. Migrasi adalah perpindahan organisme yang terjadi dari satu bioma ke bioma lainnya. Perpindahan tersebut bisa disebabkan oleh beraneka ragam alasan dan penyebab. Namun, bukan hanya khalayak yang bisa pindah. Binatang pun bisa melakukan hal tersebut karena beberapa hal. Misalnya saja, migrasi burung nan akan dibahas pada artikel ini. Suatu keajaiban dapat menyaksikan gerombolan burung yang mengimbit atau imigrasi ceceh. Formasi lintasan yang tertib membentuk mata tak berkedip. Suara pelir yang riuh rendah mewujudkan tuturan terbuka karena kekaguman yang tak berdaya ditutup-tutupi. Menatap kepak pelir nasar nan gagah, misalnya, bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Sampai-sampai, takdirnya bisa mengawasi bendera yang dikaitkan di tungkai burung. Kalam-ceceh tercipta lakukan pindah karena mereka punya tugas meneruskan kehidupannya di tempat lain sebelum hasilnya balik lagi ke arena sumber akar. Migrasi Ceceh Seandainya makhluk lazim berlibur saat hari sensual, musim tawar rasa, alias musim libur tiba, situasi itu boleh disebabkan makanya banyak hal. Misalnya cuma, puas momen hari panas tiba, banyak orang yang mengimbit ke wilayah tersebut untuk menikmati udara nan hangat. Hanya, tidak belaka manusia saja yang dapat mengamalkan perpindahan temporer untuk mendapatkan keuntungan atau sesuatu nan mereka butuhkan. Penis lagi mengamalkan migrasi ke arena-palagan bukan yang dianggap bisa memberikan keuntungan terhadapnya. Misalnya namun, burung-pelir yang berpindah tempat dari daerah marcapada bagian lor Negara Cina dan negara sekitarnya ke daerah manjapada bagian selatan Indonesia dan negara sekitarnya atau sebaliknya, dari negeri kidul Australia ke daerah utara Indonesia dan negara sekitarnya. Perpindahan yang dilakukan oleh burung ini lazimnya dilakukan berpunca rembulan Oktober atau November, yakni sejalan dengan kedatangan musim dingin di distrik utara. Burung-burung tersebut kemudian keruh menuju wilayah katulistiwa dan kembali ke provinsi asalnya pada rembulan Maret. Jenis-tipe Migrasi Burung dan Jalurnya Beberapa jenis perpindahan kontol yang lumrah dilakukan terbagi atas tiga macam, yaitu Migrasi Menyeluruh. Migrasi menyeluruh adalah migrasi yang dilakukan oleh 90% burungdi kewedanan tertentu. Migrasi Sebagian. Migrasi sebagian adalah migrasi yang dilakukan oleh 50% burung di wilayah tertentu. Migrasi Lokal. Migrasi tempatan yaitu migrasi yang dilakukan oleh burung karena hal lingkungan alias habitannya sehingga berpindah ke habitat yang enggak. Galibnya zakar yang mengimbit merupakan penis jenis pemangsa atau reptor. Keseleo satu negara yang memiliki populasi burung macam ini merupakan negara kepulauan kita, Indonesia. N domestik beberapa literatur, terdaftar bahwa jumlah jenis butuh nan bermigrasi ke Indonesia berjumalh 39 tipe, begitu juga burung elang pandau kelabu, elang kecil, elang rawa kodok, elang kelabu, sikep madu asia, dan lain sebagainya. Selain spesies migrasi yang farik, ada dua kolek yang dapat dipergunakan oleh penis-burung nan bermigrasi. Kempang tersebut yakni jalur daratan timur yang dimulai dari daratan Rusia condong pinggiran tanah raya Asia Cina, Vietnam, Thailand, dan Malaysia hingga menjejak kawasan Indonesia. Jalur tersebut memiliki tangga seputar 7000 km. Sementara itu, kolek kedua adalah jalur pasifik, yakni jalur yang dimulai pecah daratan Rusia dengan melewati kepulauan Jepang, Taiwan, dan Filipina hingga akhirnya sampai ke wilayah Indonesia. Jarak yang ditempuh berkisar 5000 km. Pada jalur pasifik ini, dibutuhkan tenaga ekstra dari kontol-burung migrasi tersebut kerjakan bisa melangkaui permukaan air yang melintas di wilayah kolek tersebut. Makanya sebab itu, kebanyakan kontol nan bermigrasi lewat kolek ini memiliki sayap yang hierarki dengan ujung yang menajam. Dengan bentuk sayap seperti itu, burung dapat pindah dengan menggunakan tenaganya sendiri tanpa harus demap memanfaatkan energi matahari. Pemanfaatan energi matahari itu dilakukan bikin menghemat energi para burung intern melangkahi jalur migrasi. Penggunaan energi matahri itu dilakukan dengan pendirian ganar berputar ke atas saat awan semakin panas dan unjuk gejala thermal. Dengan begitu, burung-burung tersebut boleh menghemat energi mereka lakukan beberapa hari ke depan. Sesampainya di Indonesia, pelir-burung tersebut akan menyebar ke beberapa tempat. Arena nan kebanyakan dituju adalah Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Bali. Namun, cak semau juga nan datang ke wilayah Jakarta di daerah kepulauan sewu. Indonesia dijadikan tujuan migrasi karena udaranya yang sangat berteman serta peristiwa alam yang sani dan asri. Migrasi Burung – Perputaran Nyawa Sama seperti iwak salem yang kembali ke sungai tempat sira dilahirkan ketika akan berdampak, beberapa keberagaman burung pun bermigrasi ke seluruh dunia dengan tujuan mendapatkan pasangan yang berkualitas. Para titit tersebut berlomba-lomba untuk dapat berangkat di tempat migrasi. Keuntungan menjadi yang pertama menginjak di tempat baru adalah selain mendapatkan teman berkualitas, boleh mendapatkan arena bersarang dan berkembang biak yang terbaik pula. Ternyata, burung pun memikirkan kualitas keturunannya. Migrasi Kalam – Perjalanan Tak Mengenal Lelah Akrab 60 persen burung pemakan bermigrasi. Doang, ada juga butuh-burung macam lain. Di antara burung-burung nan bermigrasi itu ada yang bertubuh kecil tetapi kekuatan terbangnya luar biasa. Dalam sehari, mereka bisa kliyengan sejauh 480km burung penyanyi bertubuh katai. Wow, alangkah Mahakuasanya Tuhan menciptakan makhluk kerdil nan perkasa begitu juga pelir-burung tersebut! Burung memang juru terbang luar biasa. Misalnya, burung alap-alap Falco peregrinus yang kecepatan terbangnya mencapai 320 kilometer per jam, tidak kalah cepat dari oto formula 1 yang dikemudikan Alonso. Mereka akan melintasi sejumlah negara mencari wadah nan pas dan tepat cak bagi berkembang biak. Suatu perjuangan menemukan fasilitas terbaik bakal zuriat nan terbaik. Persiapan Migrasi Burung Percaya tidak percaya, namun berkepastian sajalah. Sebelum mengimbit, burung-butuh itu mempersiapkan diri dengan saksama. Misalnya, zakar bulbul tindan mak-nyus di tubuhnya sebelum berangkat ke palagan migrasi. Mereka lagi tidak asal berangkat, namun menunggu musim yang tepat. Ilmuwan belaka dapat memendekkan bahwa waktu yang tepat’ tersebut ditentukan maka itu jam awak’ titit itu seorang. Hebat, kan? Selain itu, burung-titit akan menumpu suatu gelanggang tertentu cak bagi menunggu teman-temannya. Pasca- itu, mentah spontan menuju wadah migrasi. Ternyata, burung-titit itu mempunyai peralatan komunikasi yang cukup panjang lidah juga. Dampak Migrasi Burung Menyaksikan titit-titit bermigrasi memang sangat mengasyikkan. Namun, bila diamati lebih lanjut, migrasi penis ini membawa dampak osean terhadap nasib bani adam. Bila satu kewedanan biasa menjadi tempat migrasi zakar, sekonyongkonyong jumlah penis nan bermigrasi tidak sebanyak sebelumnya atau tak terserah lagi titit yang bermigrasi ke kancah itu, harus dicurigai. Dapat jadi tempat tersebut telah tercemar alias ada gangguan alam lainnya. Burung akan mencari gelanggang yang makin hangat untuk berkembang biak. Mencairnya es di Norwegia telah menggagalkan sebuah pulau lain beres yang berjarak 1000km dari Antiwirawan Utara. Jadinya, ceceh-burung yang biasa mengimbit ke sana harus mencari arena lain. Migrasi butuh, terutama ceceh-burung liar ini, selain bisa dilihat bak salah satu bagian pemanasan global, yaitu salah satu penyebab berkembangnya beberapa penyakit. West Nile Virus, Lyme’s disease, Salmonella, Newcastle disease, dan virus influenza A, misalnya. Jakarta - Burung yang bermigrasi akan menempuh jarak dan cuaca ekstrem. Studi terbaru berhasil mengungkap cara burung bertahan selama migrasi burung merupakan pergerakan populasi burung dari tempat berkembangbiak menuju tempat mencari makan pada waktu tertentu setiap tahun. Migrasi dilakukan saat iklim di tempat asalnya tidak memungkinkan untuk mendapatkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology telah menemukan cara tak terduga agar burung yang bermigrasi tetap tenang selama perjalanan yang sulit. Hasil penelitian menunjukkan, migrasi cenderung dilakukan oleh spesies burung dengan warna bulu lebih terang."Kami menemukan di hampir semua spesies burung, spesies yang bermigrasi cenderung berwarna lebih terang daripada spesies yang tidak bermigrasi," kata Kaspar Delhey dari Max Planck Institute for Ornithology, Seewiesen, Jerman, dilansir dari Science Daily, Selasa 7/12/2021.Para peneliti berpendapat bahwa warna burung yang lebih terang dipilih pada spesies yang bermigrasi karena mengurangi risiko kepanasan saat terkena sinar matahari. Permukaan yang lebih terang akan menyerap lebih sedikit panas daripada yang lebih gelap."Seperti yang dapat dibuktikan oleh siapa pun yang mengenakan pakaian gelap di hari yang cerah! Ini akan menjadi sangat penting. Untuk migran jarak jauh yang melakukan penerbangan ekstensif di mana mereka tidak dapat berhenti untuk beristirahat di tempat teduh," mencatat bahwa banyak faktor yang mempengaruhi warna burung dan warna terang hanyalah salah satu dari banyak cara agar burung yang bermigrasi dapat menghindari dan rekan-rekannya telah mempelajari efek iklim pada warna burung. Studi mereka sebelumnya menunjukkan bahwa, secara umum, burung berwarna lebih terang ditemukan di tempat dengan suhu tinggi dan sedikit naungan. Bulu yang lebih ringan membantu mereka tetap dingin di bawah terik studi lain, beberapa burung terbang di ketinggian yang jauh lebih tinggi di siang hari dibandingkan di malam hari. Kemungkinan mereka terbang lebih tinggi di tempat yang lebih dingin, akan mengimbangi panas yang diserap oleh bulu ketika matahari mengetahui apakah spesies yang bermigrasi mengembangkan bulu yang ringan, para peneliti mengukur kecerahan bulu secara keseluruhan dari 0 = hitam hingga 100 = putih untuk semua spesies burung. Mereka menggunakan gambar burung dari Buku Pegangan Burung mereka membandingkan data tentang pewarnaan dengan perilaku migrasi spesies, sambil mengontrol faktor lain yang diketahui mempengaruhi warna bulu. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan bahwa spesies burung semakin kecil saat mereka bermigrasi lebih ini merupakan pengingat lain tentang peran penting faktor suhu dan iklim secara lebih luas dalam membentuk evolusi warna hewan, seperti burung. Mereka juga memiliki implikasi yang jelas untuk memahami dampak pemanasan global dan potensi respons evolusioner adaptif, kata para peneliti. Simak Video "Google Sediakan 11 Ribu Beasiswa Pelatihan untuk Bangun Talenta Digital" [GambasVideo 20detik] kri/pal

pernyataan yang tepat terkait migrasi pada burung nokturnal adalah